'Ular Bukan Katak Bukan' & 'Agar Sekolah Berkualitas' (Halaman 9 dan 11)
Tugas mata kuliah Bahasa Indonesia
PELATIHAN 1
Pelatihan Halaman 9, dalam buku Menulis Ilmiah : Buku Ajar MPK Bahasa Indonesia Edisi Revisi 2016
PELATIHAN 2
Pelatihan Halaman 11, dalam buku Menulis Ilmiah : Buku Ajar MPK Bahasa Indonesia Edisi Revisi 2016
PELATIHAN 1
Pelatihan Halaman 9, dalam buku Menulis Ilmiah : Buku Ajar MPK Bahasa Indonesia Edisi Revisi 2016
1.
Isi wacana
secara ringkas
Ular Bukan Katak Bukan
Lembaga pendidikan
tinggi seni, rata-rata memiliki dosen yang berlatar belakang kesenian. Pada awalnya
semangat belajar mahasiswa dan dosen lebih condong ke jalur kesenimanan.
Sehingga produk kelulusannya pun memiliki sifat keahlian di bidang kesenimanan.
Dengan demikian keilmuan pun menjadi syarat yang tidak bisa dielakkan, dan pada
saat itu pula dibuka program strata satu (S-1), yang mana merubah status
perguruan tinggi menjadi Institut dan Sekolah Tinggi. Meskipun demikian, masih
banyak lulusan yang memiliki mental kesenimanan dari pada kesarjanaan. Hal ini
dapat dilihat dari dari produk karyanya dimana mereka lebih mantap memiliki
produk karya seni dari pada karya tulis. Persoalan yang muncul adalah ketika
seseorang menjadi dosen di perguruan tinggi (baik seni maupun nonseni) memiliki
paradigma baru dalam mengembangkan disiplin ilmu, khususnya yang berada pada
perguruan tinggi yang menganggap karya seni belum dapat disejajarkan dengan
karya ilmiah. Tuntutan kerja dalam pengajaran, sistem pengumpulan angka kredit
kepangkatan, dan sebagainya akan mempengaruhi mereka dalam kondisi perubahan.
Ada tiga dampak yang mempengaruhi perubahan tersebut, diantaranya :
1. Kelompok
pertama tergolong kelompok yang produktif dimana mereka masih tetap konsisten
terhadap kesenimannya dengan memperkaya pengetahuan lewat persoalan baru yang
dihadapi.
2. Kelompok
kedua sudah tidak lagi tertarik memproduksi karya seni dan mengalihkan
karya-karya dalam bentuk karya ilmiah yang bermutu.
3. Kelompok ketiga yang banyak melanda lingkungan
kita, dimana jika dikatakan dalam peribahasa ular bukan katak pun bukan, kita telah kehilangan identitas diri.
(Dikutip dari
Jurnal Prasasti : Peni Puspita, 2002)
2.
Sebutkan maksud
dan tujuan penulis!
Maksud dari
penulis sendiri adalah penulis menggambarkan problematika yang terjadi pada
perguruan tinggi seni yang mana terjadi perubahan mental kesenimanan dalam mengimplementasikan keahliannya baik
dalam membuat karya-karya seni maupun karya tulis pada program strata satu.
Tujuan dari
penulis sendiri adalah dalam hal ini penulis bertujuan untuk memberitahukan
kepada pembaca tentang kondisi perubahan berupa hilangnya identitas diri yang
terjadi pada seseorang (terutama seniman) akibat setelah diangkatnya menjadi
jabatan tertentu.
3.
Sebutkan topik
utama wacana tersebut!
Topik utama
dalam wacana tersebut adalah tentang dampak dari perubahan dosen maupun
mahasiswa yang berkarir di perguruan tinggi berupa hilangnya identitas diri
yang pada akhirnya memiliki paradigma baru dan berbeda mental kesenimannya.
Selain itu, wacana tersebut juga memiliki topik bagaimana meningkatkan dan
melahirkan produktivitas karya seni baik dalam karya ilmiah maupun karya seni
lainnya dalam jiwa seni.
4.
Bagaimana sikap
Anda terhadap isi bacaan tersebut?!
Sikap saya
terhadap isi bacaan tersebut, sedikit banyak saya setuju dengan pendapat
penulis, yang mana pada saat ini banyak seniman yang hanya menghasilkan karya-karya
seni dari pada menerapkan ilmunya pada karya ilmiah, menurut saya boleh-boleh
saja mereka menerapkan keahlian seni dengan menghasilkan karya mereka, akan
tetapi disisi lain mereka juga harus mengimbangi keahliannya pada karya tulis.
Sehingga mereka mampu menyeimbangkan keahlian serta lebih terampil dalam
menerapkan ilmu yang telah diperoleh.
Pelatihan Halaman 11, dalam buku Menulis Ilmiah : Buku Ajar MPK Bahasa Indonesia Edisi Revisi 2016
1. Tuliskan isi artikel tersebut
Agar Sekolah
Berkualitas
Lemahnya
kepercayaan umat terhadap sekolah islam menyebabkan sumber daya manusia yang
dihasilkan dari lembaga pendidikan itu-khususnya lembaga pendidikan islam-
kurang berkualitas dan jauh tertinggal dengan laju peradaban dan pembangunan.
Ketertinggalan
ini ditambah dengan tidak adanya jaringan kerja sama di antara sesama sekolah
islam, minimnya tenaga yang profesional, melemahnya komitmen dan kompetensi
guru dan pengelola serta belum optimal dan produktifnya dana umat di sektor
pendidikan. Bertolak dari kenyataan yang ada, sekelompok ahli dan praktisi di
bidang pendidikan yang sarat dengan pengalaman bertemu dan mendirikan
Konsorsium Pendidikan Islam (KPI) untuk mewujudkan sebuah konsorsium pendidikan
yang bertujuan untuk menggapai masyarakat islam masa depan yang madani.
KPI
adalah salah satu direktorat yang berdiri di bawah YDSF (Yayasan Dana Sosial
alFalah) khusus didirikan untuk menangani permasalahan dan peningkatan kualitas
pendidikan.
(Dikutip dari
Al Falah, Maret 2006)
2. Beri komentar artikel ilmiah populer tersebut dari segi isi dan bahasanya
Menurut saya, artikel ilmiah populer “Agar Sekolah
Berkualitas” termasuk bacaan eksposisi yang mana bertujuan untuk menjelaskan
dan memaparkan informasi tertentu. Selain itu paragraf diatas memiliki gaya
kepenulisan yang bersifat informatif yang mengajak / membujuk pembaca yang
tidak memaksakan pembacanya untuk menerima atau menolak. Isi artikel ilmiah ini
berupa informasi tentang lemahnya kepercayaan umat terhadap sekolah islam. Yang
mana dalam paragraf diatas terdapat 3 struktur utama berupa pernyataan pendapat
(tesis), argumentasi, serta penegasan ulang pendapat (reiteration).
Bahasa yang digunakan dapat dengan mudah dipahami.
Dengan menggunakan bahasa populer adalah bahasa yang dapat dipahami oleh banyak
orang yang mana bahasa populer ini bersifat umum.
3. Cari dua artikel ilmiah populer dari majalah, kemudian beri komentar dari segi isi dan bahasa yang digunakan
Artikel Populer 1
Sumber artikel : https://pastiguna.com/contoh-artikel/
Komentar dari segi isi : menurut saya, dari segi isi teks diatas
termasuk teks eksposisi, yang mana dalam teks eksposisi ini adalah sebuah teks
yang mengandung informasi atau penjelasan penjelasan. Dalam penulisan isi dari
teks diatas, penulis cenderung memaparkan isi yang singkat, padat dan akurat. Selain
itu tulisan pun dibuat dengan gaya yang mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu teks bacaan artikel diatas juga sudah memuat struktur eksposisi yang lengkap mulai dari pembuka, isi, dan penutup
Komentar dari segi bahasa : bahasa yang digunakan
cenderung bahasa populer dan mudah dipahami. Selain itu, bahasa yang digunakan
bersifat persuasif-argumentatif, sehingga teks diatas bertujuan agar pembaca
terpengaruh dan tertarik untuk membacanya. Akan tetapi teks eksposisi pembaca
tidak dipaksa untuk menerima pendapat penulis, setiap pembaca boleh menolak
ataupun menerima apa yang dikemukakan penulis.
Artikel Populer 2
Sumber artikel : https://thegorbalsla.com/contoh-artikel/
Komentar dari segi isi : menurut saya, teks diatas
termasuk ke dalam artikel ilmiah populer yang mana masuk ke dalam bacaan
eksposisi. Bacaan eksposisi ini menyajikan teks dengan informatif yang berisi
informasi-informasi ditujukan pada pembaca. Sifat dari eksposisi ini bersifat
objektif dan netral. Dengan gaya yang bersifat informatif dan mengajak, akan
tetapi tidak memaksakan kemauan dari penulis terhadap pembaca. Selain itu teks
diatas juga menyajikan fakta-fakta agar bacaan konkret.
Komentar
dari segi bahasa : dari segi bahasa, teksa diatas menggunakan bahasa yang baku
dan lugas. Bahasa mudah dipahami oleh pembaca, dan bersifat
persuasif-argumentatif
Comments
Post a Comment