Membuat Contoh Kalimat BAB IV (Ejaan, Pilihan Kata, Kalimat dan Paragraf)
Membuat Contoh Kalimat Bab IV
(EJAAN, PILIHAN KATA, KALIMAT DAN PARAGRAF)
Hal.
22-39 Buku Menulis Ilmiah Buku Ajar MPK Bahasa Indonesia EDISI REVISI 2016 TIM
MPK Bahasa Indonesia
1. Ejaan
Ejaan
adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dan
sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda-tanda
baca.
2. Pilihan Kata
Berbahasa,
terutama dalam bentuk tulisan tidak hanya menyusun kata-kata dalam setiap
kalimat yang kita ucapkan atau tuliskan, melainkan harus dipilih kata-kata yang
tepat, jelas, dan cermat. Pilihlah kata-kata umum yang mudah dimengerti.
Contoh kalimat :
Ekonomi di Indonesia mengalami kemerosotan setelah mewabahnya virus korona.
A.
Penulisan Kata
Penulisan kata-kata seperti
Pebruari, Nopember, Senen, Jum’at, dsb berdasarkan tata ejaan yang berlaku
sekarang (EYD) sudah tidak dibenarkan. Kata-kata tersebut seharusnya
dituliskan: Februari, November, Senin, Jumat, dsb.
Contoh Kalimat : - Adikku lahir pada bulan November 2003
- CEO membutuhkan laporan pertanggungjawaban
dari bawahannya.
B.
Kata yang lazim
Penulisan bahasa keilmuan sebaiknya
digunakan kata-kata yang sudah lazim di masyarakat, yaitu kata-kata yang sudah
dikenal.
Contoh Kalimat :
Gilang memperoleh peringkat pertama dalam pertandingan bola basket.
C.
Kata yang cermat
Kata-kata yang dipakai harus dipilih
secara cermat, artinya kata-kata yang digunakan itu tepat dan sesuai dengan
pesan yang ingin disampaikan. Misalnya kata menganjurkan sama dengan
menyarankan.
Contoh Kalimat :
Dokter menganjurkan agar pasien melakukan rawat inap.
D.
Ungkapan Idiomatik
Ungkapan idiomatik adalah ungkapan yang sudah
senyawa betul. Oleh karenanya tidak boleh ditambah maupun dikurangi.
Contoh Kalimat :
Kursi-kursi itu terbuat dari kayu jati.
E.
Ungkapan Penghubung
Ungkapan penghubung bertugas
menghubungkan kata-kata intrakalimat maupun antarkalimat.
Contoh Kalimat : Pendapatan
Indonesia semakin meningkat, baik dalam sektor ekspor-impor maupun pariwisata.
F.
Kata Khusus
Kata-kata khusus yang dimaksud
antara lain kami dan kita, secepat mungkin, agar supaya, demi untuk, dan
sebagainya.
Contoh
Kalimat :- Joni meminta agar almarinya
dipindah ke luar kamar.
- Joni meminta supaya almarinya dipindah ke
luar kamar.
3. Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa yang sangat penting
dalam penyampaian gagasan dan merupakan sarana penyampai gagasan yang lengkap
dan utuh.
Contoh
kalimat : Tiara memiliki hobi menggambar dan melukis.
A. Kekompakan dan kesatuan
Kalimat dikatakan kompak dan ada
kesatuan jika dalam satu kalimat hanya terkandung satu pokok pikiran atau
gagasan. Kesatuan gagasan ini terlihat pada kehadiran fungsi subjek (S),
predikat (P), objek (O), dan dapat pula dilengkapi dengan fungsi pelengkap
(Pel), serta keterangan (K).
Contoh
Kalimat : Pemerintah sedang aktif
menggalakkan gerakan cuci tangan untuk mencegah virus korona.
B.
Kehematan
Kehematan dalam kalimat efektif
meliputi kehematan pemakaian kata, frase, atau unsur kalimat lainnya yang tidak
diperlukan.
Contoh
Kalimat : Ayah akan kembali masuk kerja Mei bulan depan.
C.
Kevariasian
Kevariasian bentuk-bentuk kalimat
untuk menjaga keseimbangan jumlah kalimat panjang dan kalimat pendek, kalimat
aktif dan pasif, kalimat langsung dan tak langsung, kalimat berita, tanya, dan
perintah; serta kevariasian dalam mengawali kalimat.
Contoh
kalimat : Para guru berkumpul di ruang guru guna membahas tugas-tugas yang
akan diberikan kepada siswa selama libur wabah korona. Selain itu dibahas
aplikasi-aplikasi penunjang belajar siswa.
D.
Kesejajaran
Pemakaian
kata, kelompok kata, atau bentuk kata, di dalam kalimat harus dijaga
kesejajarannya.
Contoh
Kalimat : Perusahaan mie memproduksi mie dengan mengumpulkan bahan baku,
mengolah, dan setelah jadi, mengemas mie, lantas mengirimkan dan memasarkan mie
ke distributor, agen, dll.
E.
Penekanan
Penekanan bertujuan untuk menegaskan
gagasan yang dianggap penting pada bagian-bagian tertentu.
Contoh
Kalimat : Tidak hanya dalam bidang ekonomi, pemerintah juga berupaya keras
meningkatkan mutu bidang pendidikan, bidang sosial dan budaya, dan bidang
politik.
4. Paragraf
Paragraf merupakan model karangan
yang terkecil. Sebagai model karangan, sebagai model karangan pernyataan yang
terangkai pada kalimat harus urut, menyatakan hubungan kesatuan, hubungan yang
menyatakan ikatan adanya ikatan struktural bahasa dan ikatan logis berbahasa,
dan hubungan yang menunjukkan cara berpikir.
A.
Paragraf Deduktif
,Contoh
Paragraf : Curriculum Vitae atau biasa disebut CV adalah salah satu syarat untuk melamar pekerjaan. CV umumnya berisi data pribadi, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, prestasi, keahlian dan data pendukung lainnya. CV ini harus dibuat secara singkat, padat, dan jelas.
B.
Paragraf Induktif
Contoh
Paragraf : Jeruk nipis ternyata memiliki banyak manfaat. Jeruk nipis dapat digunakan untuk mengobati batuk secara alami. Jeruk nipis juga dapat dijadikan minuman untuk menyegarkan tenggorokan. Selain itu, dapat juga dimanfaatkan sebagai bumbu dapur. Jadi ternyata jeruk nipis memiliki banyak sekali manfaat bagi manusia.
C.
Paragraf Kombinasi
Contoh
Paragraf : Pendidikan karakter adalah pendidikan yang paling utama untuk anak. Mengapa? karena dengan pendidikan karakter yang baik, anak akan memiliki pondasi karakter dan mental yang kuat. Guru dan orang tua dapat bekerja sama untuk membentuk karakter anak. Ketika berhasil, maka nasehat dan ilmu akan mudah diterima oleh onak. Jadi, pendidikan karakter adalah pendidikan yang harus diutamakan.
D.
Paragraf Deskriptif
Contoh
Paragraf : Seseorang sedang menyapu sambil menembang. Pak Mo mengumpulkan daun-daun kering di sudut halaman. Esok hari pekerjaan yang sama menghadang di tempat yang sama. Daun-daun jatuh dan Pak Mo menyapunya lagi. Begitulah rupanya hakikat dari hidup, selalu menuntut dibersih-bersihkan karena sampah dapat datang setiap saat, setiap desah nafas.
Comments
Post a Comment