ARTIKEL COVID-19 TERKAIT DUNIA PENDIDIKAN BAGI ABK
ARTIKEL
POPULER
Pandemi COVID-19 Bagaimana Peran Orang Tua dalam mengajari Anak Berkebutuhan Khusus Belajar di Rumah ?
Oleh : Nisrina Nur Aisy
Merbaknya virus yang akhir-akhir ini
terjadi, semakin meresahkan masyarakat. Menurut WHO COVID-19 adalah penyakit
menular yang disebabkan oleh coronavirus (virus corona) yang pertama kali
ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubai, Tiongkok pada bulan Desember 2019 lalu,
yang mana oleh WHO ditetapkan sebagai pandemi global pada 11 Maret 2020. Corona
virus itu sendiri adalah suatu kelompok virus yang menyebabkan penyakit pada
hewan maupun manusia, yang mana beberapa diantaranya dapat mengakibatkan
gangguan pernafasan berupa infeksi saluran nafas hingga gangguan yang lebih serius seperti Middle
East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Di Indonesia sendiri, temuan pertama
kali terhadap kasus COVID-19 terjadi pada tanggal 2 Maret 2020. Hingga hari ini
pun penderita COVID-19 semakin meningkat. Pemerintah telah mengupayakan dengan berbagai
upaya dan mengeluarkan berbagai macam kebijakan dalam penanganan dan pencegahan
COVID-19, karena dampak dari COVID-19 ini berpengaruh pada berbagai bidang
diantaranya : ekonomi, politik, sosial, pendidikan, dan masih banyak lagi.
Contohnya adalah pemerintah menetapkan work from home atau bekerja dari rumah,
sekolah-sekolah diliburkan baik dari tingkat TK, SD, SMP, dan SMA, bahkan
perguruan tinggi pun juga diliburkan yang diganti dengan belajar dari rumah.
Salah satu pengaruh krusial adanya
pandemi COVID-19 ini selain dalam ekonomi adalah pendidikan. Baik lembaga
pendidikan dalam berbagai jenjang, maupun guru memiliki peran yang penting
dalam keberlangsungan belajar peserta didik. Hal ini terkait dengan adanya
kebijakan pemerintah belajar dari rumah. Tidak hanya itu pemerintah juga
menghapuskan beberapa kebijakan penting, diantaranya penghapusan Ujian
Nasional, dan beberapa penghapusan mata pelajaran TPA dalam tes masuk perguruan
tinggi negeri. Hal ini dilakukan pemerintah guna menekan angka peningkatan
kasus COVID-19, agar baik pelajar maupun pekerja tetap dirumah saja, sehingga
mata rantai COVID-19 dapat terputus dan kita dapat kembali beraktivitas seperti
sedia kala.
Dengan adanya kebijakan belajar dirumah
ini, tentunya semua pelajar dalam berbagai tingkatan dirumahkan dengan catatan
mereka tetap belajar di rumah. Tentunya
dalam hal ini peran guru maupun orangtua amat penting dalam keberlangsungan
kegiatan pembelajaran. Apalagi bagi anak didik jenjang TK maupun SD yang
memerlukan bantuan serta pengawasan dari orang tua. Lantas bagaimana dengan
murid berkebutuhan khusus? Yang mana selama ini pembelajaran hanya dilakukan di
sekolah / kita sebut dengan offline. Sehingga hal ini menjadi tantangan
tersendiri, khususnya bagi orang tua anak berkebutuhan khusus dalam memberikan
pembelajaran selama masa pandemi COVID-19 ini.
Lantas bagaimana cara orang tua
dalam mengajarkan anak berkebutuhan khusus ditengah pandemi COVID-19 ini?
Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua dalam mengajarkan anak
berkebutuhan khusus ditengah pandemi COVID-19 :
1. Memberikan
pemahaman mengenai COVID-19 kepada anak
Hendaknya orang tua memberikan pemahaman
mengenai wabah yang terjadi, sehingga sedikit banyak anak tahu dan mengerti
akan pentingnya tetap didalam rumah.
2. Tetap
di dalam rumah adalah yang terbaik
Sebagian besar anak akan merasa bosan
terus berada di dalam rumah, kebanyakan dari mereka cenderung ingin bermain di
luar rumah. Oleh karena itu, orang tua harus mengupayakan bagaimana anak agar
tetap di dalam rumah. Agar anak tidak bosan berada di dalam rumah, sebaiknya
orang tua memberikan berbagai macam kegiatan yang dapat dilakukan misalnya
saja, memasak, membuat kue, mewarnai, menyanyi, ataupun aktivitas dan permainan
lain yang dapat mengembangkan stimulus dan motorik anak.
3. Belajar
menghargai apapun yang dilakukan anak
Orang tua hendaknya menghargai hal-hal
yang ingin dilakukan anak. Sebagai orang tua hendaknya mendukung kegiatan yang
ingin dilakukan anak. Dengan sedikit lebih memberikan kebebasan kepada anak ini
juga dapat mengembangkan anak, agar anak merasa tidak dikekang dalam melakukan
keinginannya.
4. Jaga
anak pada jarak aman dari tamu
Anak berkebutuhan khusus pada umumnya
memiliki hambatan perkembangan, yang mana mereka cenderung memiliki daya tahan
tubuh yang rendah serta rentan terhadap infeksi. Sehingga penting bagi orang
tua untuk menjaga anak berkebutuhan khusus dari orang-orang luar.
5. Jaga
pola makan anak
Menjaga pola makan anak juga penting
dilakukan oleh orang tua, Salah satunya dengan pemenuhan gizi yang seimbang
yang dibutuhkan oleh anak. Hindari dalam pemberian gula dan junk food karena
gula akan membuat anak terlalu aktif dalam gerak.
Comments
Post a Comment